4 Pembelaan Jessica dari Ahli Patologi Forensik Australia (2)



Sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso memasuki babak baru. Pada sidang ke-18, giliran pihak Jessica yang menghadirkan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tak tanggung-tanggung, pihak Jessica menghadirkan saksi pertamanya dari Brisbane, Australia, yakni ahli patologi forensik ‎Prof Dr Beng Beng Ong. Dalam persidangan, Beng beberapa kali memberikan keterangan yang bertentangan dengan ahli-ahli yang sebelumnya dihadirkan pihak jaksa penuntut umum (JPU).

4 Pembelaan Jessica dari Ahli Patologi Forensik Australia

Berikut empat bantahan saksi ahli yang dihadirkan dari Australia:

2‎. Sianida di Lambung Mirna Alami

Keyakinan Beng Ong bahwa kematian Mirna bukan akibat sianida diperkuat dengan bukti yang menyatakan senyawa racun itu hanya ditemukan sebanyak 0,2 mg/liter dalam lambung. Bukti lain yakni sejumlah organ penting seperti hati, empedu, dan urine Mirna dinyatakan negatif sianida.

Lalu dari mana sianida dalam lambung Mirna berasal?
Menurut Beng, sianida dapat muncul secara alami pascakematian seseorang. Analisis tersebut didasarkan pada hasil sebuah simposium internasional berjudul "Diagnosis Forensik dari Keracunan Sianida Akut" pada 1972.
"Dari artikel ini, adalah mungkin 0,2 miligram per liter sianida di tubuh (Mirna) diakibatkan oleh sianida pascakematian. Simposiumnya memang sudah lama, tapi hingga hari ini tidak ada teori yang membantah," kata Beng Ong.





Pernyataan ini tentu membantah ‎keterangan-keterangan ahli sebelumnya yang meyakini Mirna tewas akibat racun sianida. Bahkan sejumlah ahli sebelumnya meyakini sianida yang masuk ke tubuh Mirna sangat tinggi.

Hal itu terbukti dengan masih ditemukannya 0,2 mg/liter sianida di lambung Mirna. Sementara di beberapa organ lainnya ‎tidak ditemukan sianida.

Hal itu lantaran sianida memiliki sifat cepat menguap. Sehingga dipastikan saat itu sianida di tubuh Mirna sudah banyak yang hilang. Apalagi pengambilan sampel baru dilakukan empat hari setelah kematian.

Pernyataan ini tidak hanya disampaikan oleh dr Slamet ‎Purnomo. Hal ini juga diamini ahli forensik dari RSCM, Budi Sampurna, yang dihadirkan di persidangan sebelumnya.

"Yang jelas ditemukan masih ada sekian (0,2 mg/liter) di dalam waktu empat hari. Secara logika mungkin sebelumnya (jumlah sianida) lebih dari itu," kata Budi di PN Jakarta Pusat, Rabu, 31 Agustus 2016.

3. Efek Sianida Lebih dari 5 Menit

Sumber Liputan 6



0 Response to "4 Pembelaan Jessica dari Ahli Patologi Forensik Australia (2)"

Terimakasih atas kunjungan anda, Berkomentarlah sesuai Tema dan Judul Postingan pada blog Terbarutau, Komentar yang mengandung unsur SPAM dan SARA akan dihapus..